Gayatri Wailisa adalah seorang gadis dari Ambon puteri seorang perajin kaligrafi kaki lima, nama Gayatri Wailisa dikenal publik Indonesia dan dunia ketika kemampuannya menguasai beragam bahasa negara-negara di dunia diketahui publik, hingga pada tahun 2012 Gayatri Wailisa menjadi duta anak Asean dan menjadi delegasi Konferensi Anak Internasional di Katmandu Nepal.
Gayatri Wailisa pergi ke Jakarta dalam rangka salah satu upayanya untuk menggapai cita-citanya menjadi duta besar Republik Indonesia, Gayatri Wailisa berniat untuk mendaftar ke sebuah perguruan tinggi di Jakarta, jurusan yang Gayatri Wailisa pilih adalah Hubungan Internasional.
Meninggalnya remaja berbakat asal Ambon, yang jago 14 bahasa asing, Gayatri Wailisa tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dia meninggal usai olahraga. Ada banyak kasus seperti ini terjadi. Jika Anda ingat, pelawak Almarhum Basuki dan aktor Almarhum Adjie Massaid juga meninggal usai olahraga futsal. Lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Menurut Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh darah dari RS Sahid Sudirman, dr. H. Aulia Sani, Sp.JP (K) FJCC, FIHA, FAsCC, FICA, usai olahraga tensi darah seseorang bisa naik. Pada kondisi tertentu, naiknya tensi darah ini juga diikuti dengan kondisi lain atau munculnya penyakit lainnya seperti aneurisma atau pelebaran pembuluh darah akibat lemahnya pembuluh darah atau penyakit jantung.
dr. H. Aulia Sani mengatakan "Olahraga itu dapat meningkatkan tensi darah sehingga dapat membentuk sakular atau fusiform (sel otot melebar di tengah dan meruncing pada kedua ujungnya),"
Selain olahraga, kata Sani, aneurisma juga bisa dipicu bila seseorang marah-marah atau kedinginan hebat. Kendati demikian, Sani menyarankan bagi siapapun yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, riwayat jantung atau genetik segera periksakan diri ke dokter sebelum olahraga dan rutin melakukan scanning rutin.
Menanggapi pandangan beberapa masyarakat yang mengaitkan antara kecerdasan yang dimiliki gayatri dengan sebab dia meninggal dr. Sani menjelaskan bahwa penyakit yang diduga diderita remaja berbakat, Gayatri Wailisa yaitu Aneurisma tak ada kaitannya dengan kecerdasan otaknya. Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh darah dari RS Sahid Sudirman, dr. H. Aulia Sani, Sp.JP (K) FJCC, FIHA, FAsCC, FICA bahkan mengatakan siapapun bisa terkena penyakit ini.
Sani menerangkan, otak cerdas yang dimiliki Gayatri yang dapat menguasai 14 bahasa asing itu adalah bakat yang dimilikinya. Sedangkan aneurisma terjadi karena pelebaran pembuluh darah disebabkan oleh melemahnya dinding pembuluh darah.
"Penyakit aneurima biasanya karena kelainan dari lahir. Tapi penyakit ini jarang dialami anak atau remaja karena kebanyakan dialami pria di atas 40 tahun," ungkap Sani.
Meski penyakit ini mematikan, tapi menurut Sani penyakit ini bisa diatasi dengan stent. Dan prosedur ini sudah bisa dilakukan oleh dokter Indonesia.
Gayatri saat ini sudah senang berada disisi-Nya, mari kita doakan yang terbaik buat Gayatri, semoga Allah memberikan pahala atas segala amal ibadahnya, mengampuni segala dosa yang mungkin pernah dilakukannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. SELAMAT JALAN GAYATRI.

Posting Komentar